hitekno.com - Seorang netizen dengan akun Twitter @roykim0chi terkejut ketika menerima cireng yang dibelinya. Bagaimana tidak, apa yang dijadikan bungkus cireng tersebut adalah rapor miliknya.
Layaknya sudah berjodoh, kertas berisi rapotnya saat duduk di kelas 10 SMA rupanya kembali padanya usai lulus dari sekolah tersebut.
Dibuat terkejut, netizen ini mengunggah sendiri penemuannya tersebut dan menjadi viral di Twitter usai diunggah pada Minggu (1/9/2019) lalu.
''Beli cireng eh bungkusnya fotokopian rapot gue dong..'' tulisnya.
Tidak menyangka bahwa kertas rapot miliknya ini akan berakhir menjadi bungkus cireng, netizen ini lalu membagikan kisah dibalik penemuannya ini.
Menurutnya, setelah lulus SMA, ibunya sengaja menjual seluruh kertas di rumah termasuk rapot miliknya. Berada di pengepul, kemungkinan kertas rapotnya ini dibeli oleh si tukang cireng yang lalu membungkus cireng pesanannya tersebut.
Penemuan bungkus cireng yang ternyata adalah kertas rapor, jelas saja langsung mengejutkan bahkan membuat heboh sesaat setelah unggahan ini viral di Twitter.
''Mungkin benar kata orang-orang "kalau sudah milik pasti balik lagi", dan ini terjadi wkwk'' tulis netizen pemilik akun @rrerrell.
''Contoh nyata, semua yang memang pada dasarnya milik kita maka sejauh apapun pergi pasti akan tetap kembali'' komentar akun @Taeverythingg.
''Aku juga pernah. pas temen beli gorengan, ternyata bungkusnya kertas ulanganku :( ya Allah, nyesek, nyesel udah mikir pusing-pusing pas ulangan, mending ngasal aja.'' ungkap akun @dianernh.
Hingga artikel ini dibuat, unggahan mengenai bungkus cireng yang ternyata adalah rapot ini sudah mendapat 5.194 retweets dan 564 balasan dari netizen lainnya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia