Hitekno.com - Hujan lebat yang kerap datang tiba-tiba saat musim hujan, suara gemuruh yang dihasilkan hujan lebat yang terkena atap rumah membuat sejumlah warga biasanya langsung beranjak dari tempatnya duduk.
Lantas suara gemuruh yang sama tersebut membuat salah satu netizen ini terheran-heran. Jelas-jelas ia mendengar suara hujan yang sangat deras.
Namun saat dicek, bagian luar rumahnya masih kering, tak ada tanda-tanda jatuhnya air hujan di depan kos.
Video yang diunggahn pemilik akun @veni_aulia di Twitter ini lantas viral dan membuat orang yang menyaksikan ikut bertanya-tanya.
Unggahan video berdurasi 35 detik ini lantas membuat netizen ngakak karena ending video ini yang tak terduga.
Menurut netizen yang mengunggah video tersebut, pemilik kosnya tengah mengajak anaknya bermain.
Suara gemuruh tersebut berasal dari sepeda yang ditarik pemilik kosnya dan diikuti dengan mainan mobil-mobilan yang ditali di belakang sepeda tersebut.
Roda mainan yang terbuat dari plastik ini lantas menghasilkan suara yang mirip dengan hujan lebat.
Tentu saja unggahan tersebut viral dan mendapatkan beragam komentar dari netizen di Twitter.
Baca Juga:
Tajir Melintir, Anak-anak Steve Jobs Malah Tak Dapat Warisan dari Ayahnya
''How to prank anak kosan bangun dari kasurnya terbirit-birit menyelamatkan untuk menyelamatkan jemuran wkwkw'' tulis netizen di Twitter.
''Kreatip banget bapaknya astagaaa'' komentar salah satu netizen.
''Konvoi berbagai macam mainan'' tulis netizen.
''Bagi satu dong om mobilnya'' becanda salah satu netizen di Twitter.
Unggahan video suara gemuruh hujan lebat dan endingnya mendapatkan lebih dari 31 ribu retweets dan 44 ribu likes.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
6 Trik Packing Cerdas untuk Mudik Naik Pesawat agar Barang Tidak Over Bagasi
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data