hitekno.com - Tak menggunakan istilah social distancing, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) gunakan istilah lain, yaitu physical distancing.
"Kami mulai mengatakan physical distance karena kami ingin orang-orang tetap terhubung. Jadi, temukan cara untuk tetap terhubung secara sosial, bisa melalui berbagai media sosial agar tetap terhubung dengan orang lain karena kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda," ucap Dr Maria Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO, seperti dikutip laman IFL Science.
Menjaga jarak fisik atau physical distancing antara diri sendiri dan orang lain, memainkan peran penting dalam membantu mencegah penyebaran virus karena COVID-19, menyebar dari orang ke orang ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.
Pada dasarnya, pengetahuan tentang influenza juga membantu dalam pembatasan jarak ini. Karena virus flu jiga menyebar melalui tetesan, penelitian yang memetakan seberapa jauh tetesan dapat menular bisa membantu untuk memberi tahu saran physical distancing, sampai penelitian serupa dilakukan pada virus Corona.
WHO menekankan bahwa menjaga jarak fisik dari orang-orang sangatlah penting dan itu tidak berarti membuat orang harus memutuskan hubungan sosial, atau melakukan jarak sosial (social distancing) dengan orang yang dicintai, seperti keluarga dan kerabat.
Menurut Jamil Zaki, Associate Professor of Psychology di Stanford University, social distancing adalah istilah yang salah.
"Kita harus menganggap saat ini sebagai 'physical distancing' untuk menekankan bahwa kita dapat tetap terhubung secara sosial bahkan ketika terpisah. Bahkan, saya mendorong kita semua untuk berlatih bersosialisasi dari jauh," ucap Zaki.
Selain mengikuti pedomen physical distancing, langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dan bersin, dan menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, harus tetap dipatuhi.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih