hitekno.com - Mendapatkan penolakan hanya gara-gara status pekerjaan seringkali meninggalkan luka yang cukup pedih. Seorang wanita yang mengaku diremehkan gegara bukan PNS ini memancing beragam pendapat dari netizen.
Pengguna Tiktok @yantipanggabean0 membagikan postingan mengenai dirinya yang berstatus sebagai seorang marketing.
"Sombong dikit bang jago," tulis @yantipanggabean0 pada caption-nya.
Video diberi dengan backsound musik Bang Jago yang tengah hype di TikTok. Backsound tersebut sering digunakan sebagai sindiran dalam melakukan counter terhadap pernyataan tertentu.
Wanita tersebut seolah-olah memberikan pesan pada camer (calon mertua) bahwa dirinya tak pantas diremehkan.
"Camer: oh kamu marketing yang jualan-jualan itu ya? Mana cocok sama anak saya yang PNS. Maaf tante, saya memang marketing tapi gaji saya lebih besar dari anak tante," tulis wanita tersebut pada keterangan di videonya.
Pada kolom komentar, ia mengaku tidak bermaksud merendahkan PNS namun dirinya kesal mengenai statusnya yang diremehkan.
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 420 ribu View dan 12 ribu Like. Video viral ini juga telah dibagikan lebih dari 270 kali oleh netizen.
"Jangan salah mbak, saya PNS sebulan bisa Rp 20 juta karena dinas terus. Puji Tuhan mbak, nggak ngejar target maaf ya. Nggak sombong sih, PNS sekarang mah lain," kata @1*0*72m*i.
"Intinya PNS adalah menantu idaman mertua mertua (emoticon tertawa)," tulis @z*r*y.
Sebagian netizen lainnya mendukung wanita tersebut dan membela bahwa pekerjaan marketing adalah ujung perusahaan yang tak boleh dianggap remeh.
"Bukannya yang wajib nafkahin itu laki-laki yak? Kok malah perempuan yang ditanyan kerja apa?" tulis @indrakus009.
"Yang remehin sales sama marketing mungkin belum pernah digaplok duit komisi," pendapat @aryzt.
Untuk melihat video viral mengenai wanita yang mengaku diremehkan gegara bukan PNS, kalian bisa mengunjungi link ini.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih