hitekno.com - Terjatuh dari gedung dengan ketinggian lebih dari tujuh lantai tentu bisa berakibat fatal bagi manusia. Seekor hewan yang memanjat gedung tinggi namun terjatuh ini bikin netizen salfok.
Pengguna TikTok dengan akun bernama @bongaz_2159 membagikan video mengenai seekor makhluk saat berada di ketinggian gedung.
"Ternyata mitosnya benar," tulis @bongaz_2159 pada keterangan di dalam video. Ia juga memberikan keterangan yang menyiratkan bahwa kucing memiliki sembilan nyawa.
Jika dilihat dari kejauhan, hewan di dalam video terlihat mirip seperti kucing. Ia nampak berada di ketinggian lebih dari tujuh lantai sehingga diperhatikan oleh manusia di sekitarnya.
Hanya dalam beberapa detik, hewan tersebut justru terjatuh dan terhempas ke tanah. Setelah terhempas, hewan ini masih bisa berlari dan menjauh dari gedung.
Dikutip dari UPI, video di dalam berita diunggah dengan judul "Rakun Melompat dari Gedung Lantai 9". Rakun ini memanjat hingga lantai sembilan meski kemudian memilih untuk melompat turun.
Hewan tersebut direkam pada gedung kondominium The Gardens Plaza, New Jersey, Amerika Serikat. Micha Rea seseorang yang merekam rakun itu menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda cedera meski hewan itu jatuh dari ketinggian. Video tersebut direkam pada September 2018 lalu.
"Jangan bilang dia lari pergi ke tukang urut (emoticon sedih)," tulis @W**di**rahap.
"Gue jatuh dari ketinggian segitu langsung beda alam (emoticon terkejut)," tulis @bl**k__d**k.
"Sempat-sempatnya dia jungkir balik, gokil," balas @riri**ngek.
"Kucingku ketabrak motor tapi masih bisa lari. Tapi dia larinya ke belakang dan akhirnya mati," curhat @B**ry.
Video viral mengenai hewan yang selamat setelah jatuh dari gedung tinggi bisa dilihat melalui LINK INI.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia