hitekno.com - Viral di media sosial, kisah seorang pria membeli sepeda motor baru secara tunai menggunakan sekarung uang koin.
Seperti dalam video viral tersebut, uang koin tersebut dia kumpulkan di dalam sebuah karung.
Pria tersebut membeli sepeda motor itu menggunakan uang receh yang totalnya mencapai Rp 18 juta.
Hal tersebut dibagikan oleh akun TikTok @wawasuhenda hingga ramai mencuri perhatian netizen.
Dirinya memperlihatkan momen seorang karyawan dealer yang membongkar karung berisi uang receh.
"Beli motor cash dengan uang koin Rp 18 juta," tulisnya dalam video viral di media sosial tersebut, dikutip HiTekno.com dari BeritaHits.id.
Dalam video viral tersebut, seorang pria terlihat membongkar sebuah karung.
Pembeli tersebut menggunakan uang koin itu untuk membayar sepeda motor secara tunai.
Uang koin tersebut dia bungkus ke dalam beberapa plastik.
Usut punya usut, total uang koin untuk membeli sepeda motor tersebut berjumlah Rp 18 juta.
Pria yang membeli sepeda motor tersebut akhirnya mampu membawa pulang kendaraan impiannya.
Berdasarkan unggahan tersebut, si pembeli rela mengumpulkan uang selama satu tahun untuk membeli sepeda motor impian.
Momen tersebut langsung mencuri perhatian netizen hingga viral di media sosial. Mereka ikut memberikan komentarnya.
"Pasti capek ngitungnya," kata netizen.
"Gue cari uang koin nggak dapat ternyata dibuat beli motor," balas netizen.
"Seminggu baru selesai ngitungnya," komentar netizen.
"Definisi beli barang pakai duit sekarung," imbuh netizen.
Tonton videonya DI SINI.
Itulah kisah viral di media sosial, beli sepeda motor Rp 18 juta pakai uang koin yang mencuri perhatian netizen. (BeritaHits.id/ Nur Afitria Cika Handayani).
Tag
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia