hitekno.com - Setiap periode biasanya memiliki mode yang tengah tren pada saat itu. Sebuah foto jadul yang menampakkan deretan pemain sepak bola pada tahun 1918 ini sukses menarik perhatian netizen.
Akun fanspage @potolawas membagikan foto jadul terkait tim yang memenangkan kompetisi di turnamen se-Hindia Belanda.
"Batavia's Elftal menjuarai turnamen sepakbola se-Hindia Belanda yang diselenggarakan di Bandung," tulis @potolawas pada caption-nya.
Foto jadul ini bersumber pada sebuah arsip online yang tersimpan di National Gallery of Australia (nga.gov.au). Terkait cikal bakal Persija masih menjadi perdebatan dan perlu didalami kembali.
Laman resmi Persija sendiri mencantumkan bahwa Persija Jakarta didirikan oleh Soeri dan Alie pada 28 November 1928 dengan nama awal Voetballbond Indonesia Jacatra (VIJ).
Catatan sejarah mengungkap bahwa terdapat beberapa perkumpulan sepak bola yang condong mendukung pemain pribumi atau condong ke Hindia Belanda.
Dikutip dari Wikipedia, Stadion VIJ sendiri dibangun untuk bersaing dengan klub sepakbola pemuda pribumi Belanda di Indonesia, Nederlands Indie Voetbal Bond). NIVB dibentuk sekitar tahun 1918 di mana klub sebagian besar terdiri dari orang-orang Belanda.
Mereka menyoroti gaya rambut para pemain yang dianggap cukup keren. Beberapa di antara mereka memiliki gaya rambut belah tengah dan tatanan cukup klimis.
Deretan foto jadul tahun 1918 hingga 1940 memang memperlihatkan gaya unik pesepak bola tempo dulu. Foto lain yang beredar bahkan menampakkan para pemain bola mengenakan celana 3/4 dan sebuah sabuk yang melingkar di pinggang.
"Rambutnya keren-keren. Bakal mikir dua kali kalau mau nyundul bola," kata @r*z**cu**.
"Kayaknya bahan jersey zaman dulu belum selentur sekarang. Nggak kebayang kalau pas lagi tendang bola malah robek celananya," balas @fhr_mzk.
"Rambutnya keren zaman dulu, lebih rapi, klimis dan bergaya," pendapat @m**sd*p.
"Lihat pojok kiri. Dulu bapaknya Opung Luhut pemain bola ya? wkwk," canda @h**ry.ka**o*. Itulah tadi postingan foto jadul pesepak bola di tahun 1918, bagaimana pendapat kalian?
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih