Kamis, 11 Agustus 2022
Agung Pratnyawan : Jum'at, 05 Agustus 2022 | 16:35 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Hitekno.com - Korea Selatan menggandeng SpaceX untuk meluncurkan misi ke Bulan pertama mereka. Yakni pada 4 Agustus 2022 ini peluncuran misi tersebut dilangsungkan.

Misi ke Bulan Korea Selatan, Korea Pathfinder Lunar Orbiter (KPLO) diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Menurut pejabat Institut Penelitian Dirgantara Korea (KARI), KPLO yang juga dikenal sebagai Danuri akan menjadi langkah pertama untuk memastikan dan memverifikasi kemampuan eksplorasi ruang angkasa Korea Selatan.

Misi pertama ini akan mengarah pada pendaratan robot di Bulan pada 2030, jika semuanya berjalan sesuai rencana. Ini merupakan sebuah tonggak sejarah yang sangat besar bagi Korea Selatan.

"Eksplorasi Bulan akan meningkatkan teknologi luar angkasa Korea, meningkatkan nilai Korea dan memicu kebanggaan pada orang Korea," tulis pernyataan KARI, seperti dikutip dari Space.com pada Jumat (5/8/2022).

Pada hari peluncuran, roket Falcon 9 dari SpaceX lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral Florida pukul 19:08 EDT.

Dua tahap roket terpisah 2,5 menit setelah peluncuran. Tahap pertama turun untuk pendaratan tepat di pesawat tak berawak SpaceX sembilan menit setelah lepas landas.

Ilustrasi Supermoon atau Bulan Purnama. (Pixabay)

Sementara itu, tahap kedua terus membawa KPLO ke langit, hingga mengerahkan pesawat ruang angkasa ke orbit transfer Bulan balistik seperti yang direncanakan 40 menit setelah lepas landas.

Namun perjalanan KPLO masih panjang. Misi tersebut akan membutuhkan rute yang berputar-putar hingga meluncur ke orbit Bulan pada pertengahan Desember.

Misi senilai 180 juta dolar AS itu akan mendemonstrasikan teknologi yang diperlukan untuk mencapai dan menjelajahi Bulan. Selain itu, Danuri juga akan melakukan pekerjaan sains dari tempat orbitnya.

Pesawat luar angkasa seberat 678 kilogram itu membawa enam instrumen sains, lima di antaranya buatan sendiri dan satu lainnya, yang disebut ShadowCam, disediakan oleh NASA. Perlengkapan ini akan mengumpulkan berbagai data selama misi yang dirancang untuk berlangsung setidaknya selama satu tahun.

Sebagai contoh, Danuri menggunakan magnetometer, yang pengukurannya dapat membantu para ilmuwan lebih memahami medan magnet Bulan.

Pencitraan Danuri juga akan membantu para ahli mencari tempat yang bagus untuk misi pendaratan Bulan Korea Selatan di masa depan.

Sedangkan ShadowCam akan berburu air es di kawah Bulan yang dibayangi secara permanen. Kawah-kawah tersebut diperkirakan menyimpan banyak air es, tetapi luas dan aksesibilitas sebenarnya dari sumber daya utama tersebut tidak diketahui dengan baik.

Kerja sama antara KARI dan NASA bisa menjadi ekstensif. Program Artemis NASA bekerja untuk membangun keberadaan manusia yang permanen dan berkelanjutan di dan di sekitar Bulan pada 2030.

Oleh karena itu, NASA sangat menginginkan data tentang ketersediaan sumber daya Bulan, di mana data ini dapat disediakan oleh ShadowCam dan instrumen Danuri lainnya.

Itulah peluncuran misi ke Bulan Korea Selatan yang dikirimkan menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

Presiden Jokowi Bertemu Elon Musk di SpaceX, Ini yang Dibahas