Senin, 27 Mei 2024
Agung Pratnyawan : Jum'at, 23 Desember 2022 | 14:13 WIB

Hitekno.com - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan kalau sikoln yang disebut mirip Seroja berpotensi membuat dampak pada cuaca di kisaran Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai Jawa.

Yakni Erma Yulihastin, peneliti iklim dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN yang menyampaikan potensi peningkatan hujan persisten gegara siklon mirip Seroja yang telah ditemukan.

Seblumnya dilaporkan kalau Siklon Seroja menyapu NTT pada April 2021 lalu. Fenomena alam ini memicu cuaca buruk ekstrem dan bencana, serta menelan lebih dari 200 korban jiwa.

Paling baru, BMKG mengeluarkan peringatan cuaca buruk akibat bibit sikon 90S (mirip Seroja) yang muncul di sekitar Laut Timor, NTT pada Rabu (21/12/2022) kemarin.

Bibit siklon itu disebut-sebut berpotensi memicu cuaca buruk yang ditandai dengan curah hujan tinggi serta gelombang tinggi.

"Seroja-like berdampak pada peningkatan hujan yang terjadi secara persisten di beberapa wilayah di sekitar Nusa Tenggara Timur," katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima melalui layanan pesan di Jakarta, Rabu (21/12/2022).

Menurut Erma, penguatan dan pembesaran siklon mirip Seroja juga dapat menimbulkan efek jarak jauh ke wilayah Jawa, memicu penguatan angin kencang dan peningkatan hujan ekstrem.

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan siklon mirip Seroja harus terus-menerus dipantau dan potensi efek jarak jauhnya harus diwaspadai.

Berdasarkan pantauan terkini, Erma mengatakan, siklon mirip Seroja tumbuh semakin membesar dan bergeser ke selatan menuju ke Australia.

Potensi siklon tropis mirip Seroja di atas wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya muncul sejak 18 Desember 2022.

Data dari Satellite-based Disaster Early Warning System (SADEWA) yang dikembangkan oleh Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN menunjukkan, prakondisi bibit siklon tropis itu ditandai dengan pembentukan vorteks ganda yang tumbuh di perairan Banda, yaitu badai vorteks utara dan selatan.

Mekanisme pembentukan vorteks ganda tersebut mirip dengan prakondisi terbentuknya siklon tropis Seroja pada 4 April 2021, yang diawali dengan pembentukan vorteks ganda di perairan Banda-Maluku sejak 28 Maret 2021.

Kondisi yang demikian menunjukkan syarat-syarat pembentukan bibit siklon siklon tropis mirip Seroja dapat berulang setiap tahun. Artinya, kejadian yang menurut teori sangat langka karena terjadi 100 sampai 200 tahun sekali itu bisa lebih sering terjadi, bahkan sampai setiap dua tahun atau setiap tahun sekali.

Itulah keterangan peneliti iklim BRIN yang menyampaikan kalau siklon mirip Seroja bisa berdampak pada cuaca di NTT hingga Jawa. (Suara.com/ Liberty Jemadu)

BACA SELANJUTNYA

Mengapa Hujan Turun Sebagai Tetesan Bukan Seperti Air Terjun?